PERSAHABATAN ANTAR FAKULTAS

 


Persahabatan Antar Fakultas

“Berteman, bersahabat, berinteraksi, dan memiliki hubungan sosial dengan manusia lainnya, pada hakikatnya adalah fitrah seorang manusia di dunia. Apabila menengok dan belajar pada kenyataan serta dari manusia lainnya, ternyata seorang manusia memang butuh terhadap orang lain hingga akhir hayat. Oleh karena itu, kenyataan tersebut akan selalu mengajari dan mengingatkan kita agar tidak sombong, serta selalu menghargai orang-orang yang ada di sekitar. “

Bagi mahasiswa, membangun banyak relasi dan teman saat kuliah itu sangat penting. Tidak hanya dengan teman-teman seprodi atau prodi lain di fakultasnya sendiri, namun juga dengan prodi di fakultas-fakultas yang lain juga perlu. Dengan membangun dan memiliki teman dari fakultas lain, maka informasi yang kita terima juga akan lebih luas. Misalnya seperti informasi acara Seminar yang diadakan oleh prodi-prodi lain, lomba, dan mungkin juga informasi apa pun dari Universitas yang lebih dulu diterima oleh teman-teman prodi lain.

Di samping juga bermanfaat dalam hal memperluas informasi apa pun, sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri mungkin kita pernah punya keperluan yang butuh bantuan dari teman-teman prodi dan fakultas lain. Ya, intinya saling membantu untuk mencapai tujuan tertentu. Baik keperluan pribadi maupun dalam hal yang sifatnya akademik dan dalam hal yang lain-lain.

Sebagai mana saya dulu, saat kuliah S1. Karena saya tinggal di Pesantren Mahasiswi kampus, jadi saya di asrama bisa kenal dengan banyak teman-teman dari prodi dan fakultas lain di kampus. Karena di asrama memang terdiri dari mahasantri yang berasal dari berbagai macam prodi di kampus. Bahkan dulu, saya sekamar dengan teman yang berbeda prodi dengan saya. Teman kamar saya ada empat orang. Mereka dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dari prodi Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan dari prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin dan Filsafat (FUF).  

Sebenarnya untuk punya relasi teman dari prodi dan fakultas lain bisa juga dengan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat Universitas. Karena UKM Universitas itu menerima mahasiswa dari semua prodi untuk bergabung. Contoh, misalnya ikut UKM Paduan Suara Universitas. Nah, di situ kita akan kenal banyak teman dari prodi dan fakultas lain yang ada di kampus.

Kalau saya pribadi dulu saat kuliah S1 pernah ikut UKM IQMA (Ikatan Qori’-Qori’ah Mahasiswa) UINSA. Di situlah saya mulai kenal banyak teman yang berasal dari prodi dan fakultas. Kemudian, sebuah organisasi yang paling membuat saya banyak kenal akrab dengan teman-teman dari prodi dan fakultas lain adalah AMBISI (Aliansi Mahasiswa Bidik Misi) UINSA. Ya, teman-teman beasiswa saya saat kuliah. Banyak sekali hal, kisah hidup, kisah prestasi, dan cerita inspiratif yang saya dapatkan dari mereka.

Saya termasuk pribadi yang setuju pada pendapat bahwa setiap orang yang kita temui/jumpai adalah guru. Karena memang dalam hidup di dunia ini adalah tempat kita untuk belajar banyak hal. Sebab, kita sejak lahir adalah makhluk asing yang lahir ke dunia ini, butuh banyak belajar, beradaptasi, bahkan berjuang. Maka dari itu juga, karena kita terlahir sebagai manusia ke dunia, maka tentu butuh terhadap manusia lainnya untuk bertahan hidup atau membantu kita. Kenapa sih kita butuh bantuan manusia lain? Kalau kita coba merenung sejenak, sebenarnya sejak lahir kita adalah makhluk yang tidak tahu apa-apa. Coba ingat, kita masih dimandikan, belum bisa mandi sendiri, belum bisa pakai baju sendiri, ditidurkan, belum bisa makan sendiri, kuku dipotongin, semuanya masih dibantu. Ya, walaupun seiring kita bertambah besar, bisa melakukan sendiri hal-hal yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan sendiri. Tapi kalau dipikir lagi, hal itu juga berkat diajari dan belajar dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi sangat aneh kalau kita pada akhirnya sok-sokan menjadi pribadi yang tidak butuh teman dan tidak butuh orang lain dalam hidup kita.

Ada yang bilang, teman nggak harus banyak, sedikit nggak papa yang penting berkualitas. Nah, menurut saya pendapat itu lebih cocok pada pertemanan yang intens selalu bersama dan bertemu setiap hari atau juga bisa dibilang teman dekat. Saya pun juga tipe yang lebih suka punya teman dekat atau teman pergaulan setiap hari yang tidak terlalu banyak, tapi berkualitas. Tetapi pendapat tersebut tidak bisa dipakai pada konteks pertemanan dalam membangun relasi yang banyak. Bagi saya sangat boleh, mungkin juga bisa dibilang penting, kita memiliki banyak teman dari manapun untuk saling bertukar informasi, sharing keilmuan, sehingga info yang kita ketahui sangat luas dan banyak.

Maka, berteman baik dengan siapapun, sambung silaturahmi, dengan tujuan yang baik, adalah hal yang positif.

Yuk, berteman dengan Titi.

 

Catatan Mahasiswa

Surabaya | 07 September 2022

Comments