21st YEARS OLD


21st YEARS OLD
(29 Rajab 1440 H/05 April 2019 M)

Alhamdulillahirabbil’alamin, sudah sebulan yang lalu, tepat hari jum’at, 05 April 2019 saya resmi berumur 21 tahun di dunia ini. Saya sangat bersyukur kepaa Allah Yang Maha Pencipta, karena saya masih diberi kesempatan untuk menghembuskan nafas hingga saat ini dimana semua umat Islam di seluruh dunia sedang menunggu detik-detik memasuki bulan Ramadhan. Bisa berjumpa kembali dengan bulan penuh ampunan, penuh cahaya, dan penuh berkah ini adalah impian yang selalu saya tulis dalam keadaan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan bertambahnya umur saya atau juga bisa dikatakan dengan berkurangnya jatah hidup saya di dunia ini, saya ingin membuka lembaran baru yang lebih baik baik dari segi keimanan dan ketaatan kepada Allah, rasa cinta kepada Rasulullah, rasa hormat dan ungkapan bakti kepada orang tua, rasa kasih dan sayang kepada karib kerabat, rasa ta’dzim kepada guru, tekad untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, dan janji terhadap diri sendiri untuk meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menimbulkan dosa.

Saya ucapkan “Syukran Jazilan wa Jazakumullahu Khairan” kepada seluruh teman-teman yang mendoakan saya di hari “Milad” saya. Doa-doa kalian sungguh sangat berarti dari sebuah hadiah berupa barang untuk diri saya. Semoga Allah membalas lebih terhadap apa yang telah kalian doakan untuk saya.

Terimakasih telah memotivasi Siti untuk bermuhasabah dan intropeksi arti “Old” dalam kalimat “21st  Years Old”. Menurut kamus B. Inggris artinya adalah “Tua”. Mengapa tidak “Young”? Karena umur kita semakin bertambah yang membuat kita tidak muda lagi. Ya, kita bisa mengingat saat kita sejak bayi. Berawal dari masih digendong miring, bisa digendong seperti posisi duduk, bisa berjalan, berhenti menyusu, yang awalnya makannya masih disuapin dan tidak bisa cebok sendiri akhirnya bisa melakukan sendiri, hingga akhirnya kita bertambah besar dan memperbaiki kekurangan-kekurangan di masa sebelumnya. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ashr ayat 1-3 disebutkan yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran”. Dari surat Al-Ashr tersebut saya sadar bahwa sebagai manusia saya harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin waktu hidup saya untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebbbihhh baik dari masa sebelumnya.

Di umur saya yang ke-21 ini saya menuliskan 21 impian terbesar dalam hidup saya. Sebenarnya saya sangat sering menuliskan impian saya kapanpun terlintas di hati saya, tidak hanya pada tanggal 05 April, di awal tahun Masehi/Hijriah, atau saat Al-Qur’an hatam. Mohon bantuan doanya, semoga saya bisa mewujudkan impian-impian saya, target-target yang belum tercapai bisa segera tercapai, hal buruk dalam diri saya berubah menjadi hal yang baik, bisa memberikan kontribusi dan pengabdian terhadap masyarakat, bangsa, dan agama dengan maksimal. Saya tidak ingin menjadi pribadi yang bermalas-malasan, tidak menghasilkan karya apa-apa, dan membuang-buang waktu pada hal yang tidak ada artinya.

Inilah 21 impian, doa, harapan, dan cita-cita yang saya lahirkan dari hati yang paling dalam, kemudian saya tuliskan di “Buku Impian” saya. Telah banyak mimpi yang saya tulis disana. Ada beberapa yang disisinya terdapat tanda “√” di sisi sampingnya, pertanda sudah terlaksana/tercapai. Namun, masih banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai.

Lalu, apa saja 21 impian saya itu?

Pertama, semoga nanti ketika saya kembali kepada yang Maha Memiliki diri saya ini, saya kembali dalam keadaan islam dan beriman. Kata Ayah umur itu hanya sehari semalam. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggalkan dunia ini. Kalau tidak di siang hari, maka di malam harinya. Dan sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 34 yang artinya “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat memundurkannya sesaatpun dan tidak pula memajukannya”. Jadi, semoga Allah akan selalu menuntun saya di jalan-Nya. Jika umur saya panjang, semoga setiap hembusan nafas dan waktu yang saya lalui ini barokah dan bermanfaat bagi orang banyak.

Kedua, semoga saya bersama Ayah yang telah kembali telebih dahulu pada Allah, Ibu, dan keluarga saya semuanya kelak bisa berkumpul dan utuh kembali di akhirat di tempat yang bahagia.

Ketiga, saya ingin sekali sebelum menikah, diberi kesempatan oleh Allah untuk berangkat melaksanakan ibadah umroh bersama Ibu sesegera mungkin.

Keempat, saya ingin kelak bersama suami, Ibu, dan anak-anak saya diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah haji bersama ke Mekkah dan Madinah.

Kelima, saya ingin sekali mengajak Ibu keliling Indonesia ke tempat-tempat bersejaah, bahkan ke Eropa, Turki, Korea Selatan, dan banyak tempat lainnya di dunia ini.

Keenam, semoga Allah memberikan saya kesempatan untuk menjadi mahasiswa terpilih dan lolos seleksi untuk melaksanakan KKN International ke luar negeri yang diadakan oleh kampus saya. Yang paling saya impikan adalah KKN di Belanda. Namun jika misalnya nantinya saya ternyata dinyatakan KKN ke Singapur / Malaysia / Hongkong, tidak apa-apa, saya menerima dan ikhlas.

Ketujuh, semoga nilai IPK saya bisa mencapai 4.00 hingga akhirnya saya bisa menjadi wisudawati mahasiswi terbaik baik di prodi, fakultas, bahkan hingga tingkat universitas, dan saya pun mendapatkan undangan VIP untuk Ibu saya. Tentu saya sangat bahagia bisa melihat Ibu duduk di kursi yang spesial di samping podium dekat dengan Pak Rektor an Para Dekan Fakultas.

Kedelapan, saya ingin sekali mendapatkan kesempatan untuk menjadi delegasi Indonesia ke luar negeri dalam event kepemudaan seperti International Conference/Student Exchange/Volunteer event pengabdian dalam dunia pendidikan dan semacamnya.

Kesembilan, semoga Allah membuat saya bisa melanjutkan hafalan saya hingga hatam 30 Juz. Dan saya pun bisa memberikan hadiah mahkota yang indah bagi kedua orang tua saya nanti di akhirat.

Kesepuluh, semoga Allah memberikan saya kesempatan dan jalan kemudahan untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S2 dengan beasiswa.

Kesebelas, semoga memberikan saya kesempatan dan jalan kemudahan untuk menerbitkan sebuah “Buku Antologi Puisi” pribadi karya saya sebelum lulus S1.

Kedua belas, semoga Allah memberikan saya ide luar biasa dan jalan kemudahan untuk menulis dan merampungkan cerita perjuangan dan hidup saya selama kuliah menjadi “Buku Novel Inspiratif” karya saya sendiri sebelum lulus S1.

Ketiga belas, semoga Allah memberikan saya kesempatan untuk menjadi seorang “Trainer Motivator” yang bisa menginspirasi dan bermanfaat terhadap seluruh ummat manusia di dunia.

Keempat belas, semoga Allah memberikan saya kesempatan untuk memenangkan banyak kompetisi dalam bidang yang saya bisa seperti menulis, public speaking, dan yang lainnya sehingga saya bisa menjadi mahasiswa terbaik dengan “Prestasi Non-Akademik/Khusus” di kampus saya. Lalu saya mendapatkan undangan VIP buat Ibu untuk hadir di acara wisuda saya nanti.

Kelima belas, semoga Allah memberikan kesempatan dan memberikan ide yang cemerlang sehingga saya bisa menulis sampai bisa terbit menjadi buku “Novel Inspiratif” tentang kisah spiritual keagamaan saya di Pesantren Mahasiswi Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Keenam belas, semoga Allah memberikan saya kesempatan dan memberikan jalan kemudahan bagi saya untuk mendirikan beberapa organisasi/komunitas. Saya ingin sekali mendirikan “English Club, Writing Poem Community, Sumenep Youth Dedication, dan Rumah Baca” sebagai salah satu bentuk kontribusi saya dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Ketujuh belas, semoga Allah memberikan saya ide-ide brilliant dan jalan kemudahan sehingga saya bisa menuliskan dan menerbit “Antologi Essai” karya saya sendiri untuk memberikan pencerahan bagi anak-anak dan problem di negeri ini.

Kedelapan belas, yang paling penting semoga Allah menjadikan saya pribadi yang selalu istiqomah belajar dan membaca banyak buku agar kebodohan dalam diri saya menjadi hilang.

Kesembilan belas, semoga Allah selalu menuntun saya dan memberikan saya kemudahan untuk bangun di sepertiga malam dengan tujuan bertemu dan berkomunikasi dengan Allah setelah melaksakan shalat hajat dan witir setiap malam.

Kedua puluh, semoga Allah memberikan kesempatan juga mengabulkan impian di hati kecil saya untuk meluncurkan bisnis hijab syar’i yang akan saya beri nama “Titi Hijab” dengan tema bermacam-macam setiap beberapa bulan sekali, misalnya seperti “Menata Hati, Mengejar Cahaya, Melukis Langit, Mencintai Purnama, Merajut Perjuangan, Menyapa Pelangi, dan semacamnya.”

Kedua puluh satu,  semoga Alla mengkaruniai saya sosok jodoh/pendamping hidup yang shaleh, membimbing saya ke surga, menjadi murabbi yang selalu menuntun saya ke jalan Allah, menerima saya dan keluarga saya apa adanya, setia, sayang, serta begitu mencintai saya dan keluarga saya.
Mohon doanya agar saya tidak lelah untuk memperjuangkan semua itu dan agar saya selalu semangat untuk mewujudkan semua impian-impian saya. Saya sangat berani untuk bermimpi besar dan tinggi. Karena saya punya Allah yang Maha Kaya, Maha Berkuasa, Maha Penyayang, dan Maha Segala-galanya. Jadi, saya yakin dengan pertolongan Allah, saya pasti bisa menggapai semua mimpi, harapan, dan target saya. Bismillah..... dengan usaha, taat kepada Allah, dan selalu mendekati Allah semuanya akan tercapai. Ya, hanya kepada Allah saya bergantung, hanya kepada Allah saya meminta bantuan, dan hanya kepada Allah saya  berharap.

Hal yang tidak pernah saya sangka dan benar-benar diluar ekspektasi saya, pada tanggal 05 April kemarin, saya mendapat kejutan dari Ustadzah Hamilah. Saat itu bertepatan dengan malam acara “Pembukaan Festival Pesantren 2019” di Ma’had Al-Jami’ah (tempat tinggal saya) di kampus. Di akhir acara, tiba-tiba ada Ustadzah Fitri (Dewan Mahasantri Senior yang sekamar dengan saya) tiba-tiba memarahi saya karena saya sebagai Divisi Acara belum membriefing MC di acara tersebut dengan baik. Apalagi posisi saya juga merupakan DM senior yang harus membimbing adik-adik DM di divisi Acara berdasarkan pengalaman saya sebelumnya. Belum lama Ustadzah Fitri dengan nada memarahi saya, tiba-tiba muncul Ustadzah Mila dan Alvi membawa “Kue Ulang Tahun”. Sumpah, saya benar-benar tidak pernah menyangka bakal ada kejutan ini. Saya pun tidak sadar bahwa ternyata Ustadzah Fitri hanya pura-pura memarahi saya. Sepintas, saya langsung meneteskan air mata. Masya Allah Bunda Hamilah, Alvi, dan Ustadzah Fitri baik sekaliiiii. Terima kasih banget, semoga Allah nanti juga memberikan kejutan-kejutan yang indah untuk kalian semuanya. I love you.

Selama ini saya termasuk orang yang tidak pernah merayakan serta termasuk yang sangat jarang mendapatkan kejutan di hari “Ulang Tahun” saya. Ini adalah kejutan yang ketiga kalinya selama saya hidup dan ini merupakan yang pertama kalinya saya mendapatkan kejutan di hari “Ulang Tahun” saya selama kuliah. Sungguh, saya sangat bersyukur ada sosok orang-orang yang ingat hingga memberikan surprise di hari ulang tahun saya. 

Ya Allah, terima kasih telah mengkarunia orang-orang baik di sekitar saya. Dan berkahilah umur saya agar bermanfaat bagi banyak orang. Kuatkanlah saya untuk berjuang dan menjalani hidup saya. Serta kabulkanlah semua impian-impian saya.

Surabaya, 05 Mei 2019

Comments