BELAJAR LEADERSHIP DARI THE FUTURE FESTIVAL 2025


Belajar Leadership dari The Future Festival 2025

Setelah tahun lalu saya bergabung dalam tim panitia The Future Festival (TFF) yang diselenggarakan oleh Mata Garuda LPDP, di tahun 2025 ini saya kembali terlibat lagi. Bedanya, kalau di tahun 2024 saya menjadi bagian dari tim Liaison Officer (LO) yang bertugas mendampingi exhibitor Education USA, maka di tahun 2025 ini saya diberi amanah untuk menjadi Chief of LO. Jumlah anggota LO yang saya koordinasikan pun cukup banyak, ada 26 orang yang saya plotting untuk mendampingi total 30 exhibitor.

Awalnya, saya sempat insecure untuk mendaftar jadi Chief. Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Maka saya beranikan diri untuk mencoba. Saya isi formulir pendaftaran, kirim dengan perasaan pasrah tapi berharap. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba saya sudah dimasukkan di dua grup kepanitian TFF, yaitu di grup General TFF dan di Grup Liaison Officer TFF, yang mana di situ juga diumumkan siapa saja Chief-Chief dalam kepanitiaan TFF 2025. Saya sempat antara tidak percaya dan terharu.

Menjadi Chief of LO ternyata bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus saya pelajari dari awal. Mulai dari membagi tugas, berkoordinasi dengan panitia pusat, sampai memastikan seluruh anggota LO siap di hari H. Untungnya, saya tidak berjalan sendirian. Ada Mas Tyo, Ketua Mata Garuda Jawa Timur sekaligus Chief of LO tahun 2024, yang dengan sabar membimbing dan memberi arahan. Selain itu, ada juga tim Event Organizer (EO) dari Mata Garuda pusat dan Simuda yang benar-benar memberi arahan kepada kami, para Chief dari setiap bidang, baik  Chief of Registration, Chief of HR, Chief of Security, Chief of Workhsop, Chief of Conference, Chief of LO, dan Chief of Food and Bevarage.

Tahun ini, The Future Festival kembali diadakan di dua kota besar, yaitu di Jakarta dan Surabaya. Acara di Jakarta berlangsung lebih dulu pada 28 September 2025, sedangkan di Surabaya dilaksanakan dua hari setelahnya, tepatnya pada 30 September 2025. Venue acara TFF Surabaya tahun ini bertempat di Ballroom Sheraton Hotel, yang letaknya berdampingan langsung dengan Tunjungan Plaza, pusat perbelanjaan paling ikonik di Surabaya. Suasana ballroom yang mewah, pencahayaan yang hangat, dan dekorasi yang elegan membuat acara terasa istimewa. Sejak pagi, panitia dan para LO sudah bersiap di lokasi. Semua booth exhibitor sudah tertata rapi. Ketika pengunjung mulai berdatangan, suasana berubah ramai dan penuh semangat.

Saya selalu kagum dengan konsep acara ini. Di dalam TFF, ada 30 exhibitor yang berasal dari berbagai universitas ternama dunia, lembaga pendidikan, serta konsultan studi luar negeri di Indonesia. Setiap pengunjung bisa langsung berdialog dengan perwakilan kampus impian mereka, menanyakan soal beasiswa, syarat pendaftaran, hingga kehidupan kampus di luar negeri. Bagi saya pribadi, acara ini bukan hanya sekadar pameran pendidikan, tapi juga ruang mimpi, tempat banyak orang menyalakan harapan untuk menempuh studi yang lebih tinggi.

Selain pameran kampus, TFF juga menghadirkan seminar inspiratif dari narasumber yang luar biasa. Mereka berbagi kisah perjuangan, strategi mendapatkan beasiswa, hingga tips sukses menyesuaikan diri di luar negeri. Di sela-sela acara juga ada sesi Information Session dari tiap exhibitor, di mana mereka menjelaskan lebih detail tentang peluang studi dan riset. Bahkan ada pula mock-up test IELTS dan TOEFL, yang bisa diikuti peserta secara gratis untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris mereka. Semua ini menjadikan TFF sebagai paket lengkap bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi dengan beasiswa, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Sebagai panitia, saya belajar banyak hal dari proses ini. Mulai dari manajemen waktu, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga cara menenangkan diri di tengah tekanan.

Di akhir acara, saat semua selesai dan para pengunjung mulai pulang, saya berdiri di sudut ballroom, dalam hati saya berucap, “Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.” Ada rasa lega dan haru yang sulit dijelaskan. Saya merasa bersyukur, karena telah diberikan kesempatan bukan hanya untuk menjadi bagian dari panitia, tapi juga untuk belajar tentang leadership. Pengalaman ini terlalu berharga untuk dilupakan.

Terima kasih tak terhingga saya sampaikan untuk seluruh tim Mata Garuda LPDP, para anggota LO, EO, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Setiap detik di TFF 2025 adalah pelajaran berharga. Dari sinilah saya belajar, bahwa keberanian untuk mencoba akan selalu membawa kita pada versi diri yang lebih kuat dan lebih siap.

 

Catatan Anak Rantau

Surabaya | 07 Oktober 2025 

Comments